TRANSGENIK

Jumat, 17 April 2009


o Pengertian Transgenik
Transgenik adalah tanaman yang telah direkayasa bentuk maupun kualitasnya melalui penyisipan gen atau DNA binatang, bakteri, mikroba, atau virus untuk tujuan tertentu
Organisme transgenik adalah organisme yang mendapatkan pindahan gen dari organisme lain. Gen yang ditransfer dapat berasal dari jenis (spesies) lain seperti bakteri, virus, hewan, atau tanaman lain.
o Proses Transgenik
Susunan materil genetic diubah dengan jalan menyisipkan gen baru yang unggul ke dalam kromosomnya.Tanaman transgenik memiliki kualitas lebih dibanding tanaman konvensional, kandungan nutrisi lebih tinggi, tahan hama, tahan cuaca, umur pendek, dll; sehingga penanaman komoditas tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan secara cepat dan menghemat devisa akibat penghematan pemakaian pestisida atau bahan kimia lain serta tanaman transgenik produksi lebih baik
Teknik rekayasa genetika sama dengan pemuliaan tanaman; yaitu memperbaiki sifat-sifat tanaman dengan menambah sifat-sifat ketahanan terhadap cekaman hama maupun lingkungan yang kurang menguntungkan; sehingga tanaman transgenik memiliki kualitas lebih baik dari tanaman konvensional, serta bukan hal baru karena sudah lama dilakukan tetapi tidak disadari oleh masyarakat;
o Tujuan Transgenik
Tujuan memindahkan gen tersebut untuk mendapatkan organisme baru yang memiliki sifat lebih baik.
Hasilnya saat ini sudah banyak jenis tanaman transgenik, misalnya jagung, kentang, kacang, kedelai, dan kapas. Keunggulan dari tanaman transgenic tersebut umumnya adalah tahan terhadap serangan hama.
Rekayasa genetika seperti dalam pembuatan transgenik dilakukan untuk kesejahteraan manusia. Akan tetapi, terkadang muncul dampak yang tidak diinginkan, yaitu dampak negatif dan positifnya sebagai berikiut.




o Dampak Transgenik
• Dampak Positif
1. rekayasa transgenik dapat menghasilkan prodik lebih banyak dari sumber yang lebih sedikit.
2. rekayasa tanaman dapat hidup dalam kondisi lingkungan ekstrem akan memperluas daerah pertanian dan mengurangi bahaya kelaparan.
3. makanan dapat direkayasa supaya lebih lezat dan menyehatkan.
• Dampak Negatif
1. berubahnya urutan informasi genetik yang dimiliki, maka sifat organisme yang bersangkutan juga berubah.
2. bakteri hasil rekayasa yang lolos laboratorium atau pabrik yang dampaknya tidak dapat diperkirakan.
3. Kemungkinan menimbulkan keracunan.
4. Kemungkinan menimbulkan alergi

5. Kemungkinan menyebabkan bakteri dalam tubuh manusia dan tahan antibiotik.
o Beberapa Bahan Makanan yang Banyak Berasal dari Bibit Transgenik
• Produk yang terbuat dari kacang kedelai: tepung kedelai, minyak kedelai, tahu, tempe, tauco, susu kedelai, ekstrak sayuran. Atau produk lain yang merupakan turunan kedelai transgenik seperti vitamin E, sereal, es krim, biskuit, roti, permen, makanan gorengan, tepung, saus, dan lain-lain.
• Produk yang terbuat dari jagung: tepung jagung, minyak jagung, pemanis jagung, sirop jagung. Kemudian produk turunan jagung transgenik seperti vitamin C, keripik, es krim, formula bayi, kecap, soda, dan lain-lain.
• Produk yang terbuat dari kentang: keripik kentang, tepung kanji kentang, dan lain-lain.
• Produk yang terbuat dari atau dengan tomat, seperti saus, pasta tomat, pizza, lasagna, dan lainnya.
• Produk susu yang diambil dari sapi yang diberi hormon pertumbuhan sapi transgenik (atau rBGH di AS): seperti susu, keju, mentega, krim asam, yogurt, air dadih, dan produk olahannya.
• Zat-zat aditif yang mungkin berasal dari sumber transgenik, yaitu Lesithin kedelai/lesithin (E322), pewarna karamel (E150), riboflavin (vitamin B2), enzim chymosin (enzim transgenik yang dipakai untuk membuat keju vegetarian, alpha amilase yang digunakan untuk membuat gula putih, dan lain-lain).
o Contoh Tanaman Transgenik

Kapas Transgenik


Penamanan kapas transgenik masih menjadi polemik hingga saat ini. Masih terdapat pro dan kontra terhadap pemanfaat tanaman kapas transgenik. Salah satu faktor yang dikhawatirkan dari penggunaan kapas transgenik adalah mengakibatkan petani akan bergantung penuh pada perusahaan besar untuk benih, pupuk, dan obat-obatan, sebagaimana yang pernah diungkapkan Sonny Keraf. Mengingat teknologi transgenik hanya mungkin dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Disamping itu alasan lain penolakan adalah resiko dampak lingkungan yang ditimbulkannya, karena dapat membahayakan kehidupan organisme lain seperti lebah, ikan, dan burung. Disamping itu dikhawatirkan pemanfaatan kapas dari tanaman transgenik sebagai bahan baku pakaian juga dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan seperti alergi atau keracunan.
o Kekhawatiran pada transgenik

Dalam ilmu kedokteran, rekayasa genetik dapat ditemukan pada obat-obatan, untuk diagnostik, xenotransplantation, dan therapi gen. Menurut dr. drh. Mangku Sitepoe, bioteknologi ini akan menimbulkan dampak dengan pengaruh waktu dan pola hidup manusia. Ini yang menjadi kekhawatiran.
Dijelaskannya bahwa dulu ada obat calodamix terbuat dari produk rekayasa genetik. Pada tahun 70-an obat ini diberikan pada ibu-ibu. Setelah 20 tahun lahirlah anak-anak yang cacat. Kemudian kekhawatiran pada genotipe, bisa mincul monster baru nantinya.
Selain itu juga kekhawatiran penyakit pada unggas. Sekarang banyak kita jumpai penyakit kerdil. Dikatakan karena virus, padahal belum tentu karena virus. Di Indonesia hampir 100% jagung dan kedelai yang diberikan dikhawatirkan semuanya transgenik. Apakah bukan karena itu?
Terkait masalah etis dan agama juga dikhawatirkan pangan transgenik mengandung bahan makanan yang dilarang. Contohnya kasus penyedap rasa yang dulu memakai rekayasa genetik terbuat dari enzim babi.
Selain berbagai kekhawatiran tersebut, dampak toksik dari rekayasa genetik yang telah terbukti sampai 2001 adalah alergi. Sedangkan kekhawatiran yang menjadi kenyataan lainnya adalah gangguan lingkungan cross pollination (penyerbukan silang) yang menyebabkan munculnya tanaman yang resisten terhadap herbisida.
Sekarang pun banyak lebah sudah menjadi transgenik padahal tidak ada yang membuatnya. Itu karena lebah memakan bunga dari jagung atau bunga matahari yang transgenik. ”Sehingga madu yang kita konsumsi bisa mengandung transgenik pula,” ungkapnya.
Meski dampak produk transgenik yang dapat diketahu baru alergi, namun tidak dapat dikatakan tidak ada bukti dampak kesehatan. Menurut Jhamtani, belum adanya bukti dampak makanan transgenik pada kesehatan disebabkan oleh belum adanya penelitian jangka panjang.
Jadi ada dua hal yang berbeda secara ilmiah. Kalau tidak ada penelitian bagaimana bisa dikatakan terbukti atau tidak. Setiap ada upaya yang namanya feeding eksperiment, eksperimen hewan diberi makan transgenik selalu mengundang kontroversi dan dihentikan di tengah jalan atau hasil penelitiannya tidak boleh dipublikasikan. Persoalannya ada ketidakjujuran publik yang dilakukan di dunia.
”Hal yang sama kalau kita lihat dari dampak lingkungan. Kalau ingin melihat dampak pada mikroba tanah harus dalam jangka tiga tahun. Kendalanya terbentur pada dana,” ungkap Jhamtani.

2 komentar:

ddon't forgett !!! mengatakan...

waw, bagus banget, maksi ya atas infonya, kamu sudah membatu aku untuk menyelesaikan tugas biologi ku :)

Widi Rahayu mengatakan...

hee iya sama-sama semoga bearguna ^_^

Poskan Komentar

anda pengunjung ke

Share it

Followers

waktu

About Me

Foto Saya
Ciamis, jawa barat, Indonesia

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "